Mengenai Saya

Foto saya
Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia
Crazy Talk 'n SmiLe

Kamis, 14 Juni 2012





KEKUASAAN, WEWENANG DAN KEPEMIMPINAN


Kekuasaan adalah setiap kemampuan  untuk mempengaruhi pihak lain.

Wewenang adalah kekuasaan  yang ada pada seseorang atau sekelompok orang yang mempunyai dukungan atau mendapat pengakuan dari masyarakat

Perbedaan antara kekuasaan (power) dengan wewenang (authority atau legalized power) ialah bahwa setiap kemampuan  untuk mempengaruhi pihak lain dpat dinamakan kekuasaan. Sedangkan wewenang adalah kekuasaan  yang ada pada seseorang atau sekelompok orang yang mempunyai dukungan atau mendapat pengakuan dari masyarakat.


    
HAKIKAT KEKUASAAN DAN SUMBERNYA

Sifat dan hakikat kekuasaan dapat terwujud dalam hubungan yang simetris dan asimetris. Masing-masing hubungan terwujud dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat diperoleh gambaran sebagai berikut 


 

Kekuasaan bersumber pada bermacam-macam faktor. Apabila sumber-sumber kekuasaan tersebut dikaitkan dengan kegunaannya, maka dapat diperoleh gambaran sebagai berikut:

  
UNSUR-UNSUR KEKUASAAN DAN DIMENSINYA
   
       Kekuasaan yang dapat dijumpai pada interaksi sosial antar manusia atau kelompok mempunyai unsur pokok, yaitu sebagai berikut:

1. Rasa Takut
Perasaan negatif karena seseorang tunduk kepada orang lain dalam keadaan terpaksa.

2. Rasa Cinta
Rasa cinta menghasilkan perbuatan-perbuatan yang umumnya positif dan biasanya telah mendarah daging (internalized) dalam diri seseorang atau sekelompok orang.

3. Pemujaan
Sistem kepercayaan mungkin masih dapat disangkal oleh orang lain. Akan tetapi, dalam sistem pemujaan, seseorang atau sekelompok orang yang  memegang kekuasaan mempunyai dasar pemujaan dari orang lain. Akibatnya adalah segala tindakan penguasa dibenarkan atau setidak-tidaknya dianggap benar.

Dilihat dalam masyarakat , kekuasaan di dalam pelaksanaannya dijalankan melalui saluran-saluran tertentu. Saluran tersebut sebagai berikut:
          Saluran Militer
          Saluran Ekonomi
          Saluran Politik
          Saluran Tradisional
          Saluran Sosiologi
          Saluran Lain-lainnya

Masih banyak lagi saluran yang belum disebukan antara lain saluran rekreasi, alat-alat   komunikasi dll. Biasanya penguasa tidak hanya mengunakan salah satu saluran,akan tetapi tergantung pada struktural masyarakat yang bersangkutan.

Apabila dimensi ditelaah , ada kemungkinan-kemungkinan diantaranya:
o   Kekuasaan yang sah denan kekerasan;
o   Kekuasaan yang sah tanpa kekerasan;
o   Kekuasaan tidak sah dengan kekerasan;
o   Kekuasaan  tidak sah tanpa kekerasan.

4.       Kepercayaan
Kepercayaan adalah hasil dari suatu hubungan langsung antara dua orang atau lebih yang bersifat asosiatif, misalkan direktur disuatu perusahaan memberikan instruksi kepada bawahannya,karena direktur adalah pemegang kekuasaan tertinggi, jadi bawahannya langsung mengikuti instruksi dari direktur tersebut, walaupun bawahannya tidak begitu mengerti instruksi tersebut tapi dia akan melakukan karena dia percaya kepada direktur bahwa keputusan dari direktur tersebut benar. 


 CARA-CARA MEMPERTAHANKAN KEKUASAAN

Setiap penguasa yang telah memegang kekuasaan di dalam masyarakat, demi stabilnya masyarakat tersebut akan berusaha untuk mempertahankannya. Cara-cara atau usaha-usaha yang dilakukannya adalah antara lain:
  1. Dengan jalan menghilangkan  segenap peraturan-peraturan lama, terutama dalam bidang politik, yang merugikan kedudukan penguasa, dimana peraturan-peraturan tersebut, akan digantikan dengan peraturan-peraturan  yang akan menguntungkan penguasa,  keadaan tersebut biasanya terjadi pada waktu ada pergantian kekuasaan dari seorang penguasa ke penguasa lain (yang baru).
  2. Mengadakan sistem-sistem kepercayaan (belief systems) yang akan dapat memperkokoh kedudukan penguasa atau golongannya, yang meliputi agama, ideology, dan seterusnya.
  3. Pelaksanaan administrasi dan birokrasi yang baik.
  4. Mengadakan konsolidasi dan vertical.
Dengan melihat hal-hal tersebut di atas, akan terlihat suatu kecendrungan kekuasaan yang bersifat kumulatif, artinya bertumpuk atau berkumpul  dalam satu tangan  atau sekelompok orang merupakan hal yang wajar dalam berbagai masyarakat.
Apabila dalam satu bidang kehidupan terdapat orang kuat yang berkuasa, maka timbul suatu pusat kekuasaan ( power centre).

Dengan demikian, penguasa mempunyai  beberapa cara untuk memperkuat kedudukannya (yang khusus), yaitu sebagai berikut:

 1. Dengan menguasai bidang-bidang kehidupan tertentu cara ini pada umumnya dilakukan dengan
     damai atau persuasive.
2.  Dengan jalan menguasai bidang-bidang kehidupan masyarakat dengan paksa dan kekerasan.



BEBERAPA BENTUK LAPISAN KEKUASAAN

Bentuk-bentuk kekuasaan pada masyarakat tertentu didunia ini tentunya beraneka ragam dengan pola masing-masing. Adanya faktor pengikat antar warga-warga dikarenakan atas gejala bahwa ada yang memerintah dan ada yang diperintah dalam masyarakat yang bersangkutan. Setiap tahap perkembangan dari suatu masyarakat tertentu mempunyai ciri-ciri sistem lapisan kekuasaan yang khusus. Dan perlu juga diketahui bahwa kekuasaan bukanlah semata-mata berarti bahwa banyak orang tunduk di bawah penguasa.

Disini disimpulkan ada beberapa jenis tipe kekuasaan :

1.  Tipe pertama (tipe Kasta); sistem lapisan kekuasaan dengan garis pemisah yang tegas dan kaku. Tipe kekuasaan ini biasanya dijumpai pada masyarakat berkasta, dimana hampir-hampir tak terjadi gerak sosial vertikal. Garis pemisah antar masing-masing lapisan hampir tak dapat ditembus.

2. Tipe kedua (tipe oligarkis); masih mempunyai garis pemisah yang tegas, akan tetapi dasar pembedaan kelas-kelas sosial ditentukan oleh kebudayaan masyarkat, terutama pada kesempatan yang diberikan kepada para warga untuk memperoleh kekuasaan-kekuasaan tertentu.

3. Tipe ketiga (tipe demokratis); menunjukan kenyataan akan adanya garis pemisah antar lapisan yang sifatnya mobile sekali. Kelahiran tidak menentukan seseorang untuk menjadi penguasa, yang terpenting adalah kemampuan dan terkadang juga keberuntungan.



WEWENANG

Wewenang adalah Hak yang di miliki seseorang atau sekelompok orang , sama dengan kekuasaan walaupun terkadang tidak selamanya berada dalam satu tangan.
Suatu kekuasaan tanpa wewenang merupakan kekuatan yang tidak syah , bila kita pandang dalam sudut masyarakat. Wewenang ada dalam beberapa bentuk :
  1. Wewenang kharismatis , tradisional dan rasional
Wewenang kharismatis adalah wewenang yang di dasarkan pada kharisma atau kemampuan khussus pada diri seseorang karena anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa.
Wewenang tradisional adalah wewenang yang di miliki seseorang atau masyarakat tertentu karena mempunyai kekuasaan yang  sudah lama dalam masyarakat.
Wewenang rasional atau legal adalah wewenang  yang di sandarkan pada sistem yang berlaku dalam masyarakat dan diakui oleh negara.

2.       Wewenang resmi dan tidak resmi
Wewenang resmi sifatnya sistematis, dapat diperhitungkandan rasionil. Biasanya wewenang tersebut dapat dijumpai pada kelompok-kelompok besar yang memerlukan aturan-aturan tata tertib yang tegas dan bersifat tetap tadi.
Seringkali wewenang yang berlaku dalam kelompok-kelompok kecil disebut sebagai wewenang tidak resmi oleh karena sifatnya yang spontan, situasionil dan didasarkan pada faktor saling kenal mengenal, serta dimana wewenang tersebut tidak diterapkan secara sistematis.

3.       Wewenang Pribadi dan Teritorial
Perbedaan antara wewenang pribadi dengan wewenang teritorial sebenarnya timbul dari sifat dan dasar kelompok-kelompok sosial tertentu.
Wewenang pribadi sangat tergantung pada solidaritas antara anggota kelompok, unsur kebersamaan jelas sangat berperan.
Pada wewenang territorial, wilayah tempat tinggal memegang peranan yang sangat penting. Pada kelompok-kelompok ini unsur kebersamaan cenderung berkurang karena desakan faktor-faktor individualism. Jelas perbedaanya sangat terlihat antara keduanya, namun didalam kenyataannya kedua bentuk wewenang tadi bisa jadi hidup berdampingan.

4.       Wewenang Terbatas dan Menyeluruh.
Apabila dibicarakan tentang wewenang terbatas, maksudnya adalah wewenang yang tidak mencakup semua faktor /bidang kehidupan, tetapi hanya terbatas pada salah satu sektor/bidang saja. Misalnya seorang menteri dalam negeri, tidak mempunyai wewenang untuk mencampuri urusan menteri luar negeri.
Dan wewenang menyeluruh justru tidak dibatasi oleh bidang-bidang kehidupan tertentu. Misalnya suatu Negara memiliki wewenang menyeluruh untuk mempertahankan kedaulatan wilayahnya. Jadi terbatas dan menyeluruhnya suatu wewenang bersifat bergantung dari sudut penglihatan pihak-pihak yang ingin menyorotinya, dan wewenang tadi dapat berproses secara berdampingan pada situasi-situasi tertentu, salah satu bentuk lebih berperanan daripada bentuk lainnya.


KEPEMIMPINAN (Leadership)

                Kepemimpinan (Leadership) adalah kemampuan seorang (pemimpin) untuk mempengaruhi arang lain (yg dipimpin) sehingga orang lain tersebut bertingkah laku sebagaimana dikehendaki oleh pemimpin tersebut

Kepemimpinan kadang pula dibedakan menjadi 2 yaitu :
-  Kepemimpinan sebagai Kedudukan
-  Kepemimpinan sebagai Suatu proses sosial

Sifat kepemimpinan ada 2 antara lain :
-  Bersifat resmi (formal leadership) yaitu kepemimpinan yang bersimpul dalam suatu jabatan tertentu.
-  Bersifat tidak resmi yaitu kepemimpinan yang didapatkan karena adanya pengakuan masyarakat akan kemampuan seseorang dalam menjalankan kepemimpinan.
  
PERKEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN SIFAT-SIFAT SEORANG PEMIMPIN
     
       Kepemimpinan akan timbul dimana dalam suatu kelompok sosial ada seseorang atau beberapa orang yang mempunyai peranan yang lebih aktif daripada rekan yang lainnya dalam kelompok tersebut. Di Indonesia sifat2 yang harus dipenuhi oleh seorang pemimpin dapat dijumpai dalam warisan budaya Indonesia, misalnya dalam “Asta Brata” artinya delapan jalan yang merupakan kumpulan seloka dalam Ramayana.

Kepemimpinan Menurut Ajaran Tradisional
 
Dalam ajaran di masyarakat Jawa ada pepatah yang dipergunakan oleh alm. Ki Hajar Dewantara ketika masa perjuangan pergerakan kemerdekaan. Adapun pepatah tersebut berbunyi:

Ing Ngarso Sung Tulada ( Di muka memberi teladan)
Ing Madya Mangun Karsa (Di tengah membangun semangat)
Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi pengaruh)
 
Sandaran-sandaran Kepemimpinan dan Kepemimpinan yang Dianggap Efektif

Kepemimpinan seseorang harus mempunyai sandaran-sandaran kemasyarakatan atau social basic. Kekuatan kepemimpinan juga ditentukan oleh suatu lapangan kehidupan masyarakat yang pada suatu saat mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat yang disebut CULTURAL FOCUS. Setiap kepemimpinan yang efektif harus memperhitungkan social basic apabila tidak menghendaki timbulnya ketegangan-ketegangan atau setidaknya terhindar dari pemerintahan boneka belaka.

TUGAS DAN METODE

Tugas –tugas pokok pemimpin secara sosiologis adalah sebagai berikut:
1.    Memberikan suatu kerangka pokok yang  jelas yang dapat dijadikan pegangan bagi pengikut-pengikutnya.
2.       Mengawasi, mengendalikan, serta menyalurkan perilaku warga masyarakat yang dipimpinnya.
3.       Bertindak sebagai wakil kelompok kepada dunia di luar kelompok yang dipimpin.

Suatu kepemimpinan dapat dilaksanakan dengan berbagai metode antara lain:

  1. Cara-cara Otoriter
  2. Cara-cara Demokratis
  3. Cara-cara Bebas




 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar