KEKUASAAN, WEWENANG DAN KEPEMIMPINAN
Kekuasaan adalah setiap kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain.
Wewenang adalah kekuasaan yang ada pada seseorang atau sekelompok orang yang mempunyai dukungan atau mendapat pengakuan dari masyarakat.
Perbedaan
antara kekuasaan (power) dengan wewenang (authority atau legalized power) ialah
bahwa setiap kemampuan untuk mempengaruhi
pihak lain dpat dinamakan kekuasaan. Sedangkan wewenang adalah kekuasaan yang ada pada seseorang atau sekelompok orang
yang mempunyai dukungan atau mendapat pengakuan dari masyarakat.
HAKIKAT KEKUASAAN DAN SUMBERNYA
Sifat dan hakikat kekuasaan dapat terwujud dalam hubungan yang simetris dan asimetris. Masing-masing hubungan terwujud dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat diperoleh gambaran sebagai berikut:
Kekuasaan bersumber pada bermacam-macam faktor. Apabila sumber-sumber kekuasaan tersebut dikaitkan dengan kegunaannya, maka dapat diperoleh gambaran sebagai berikut:
UNSUR-UNSUR KEKUASAAN DAN DIMENSINYA
Kekuasaan yang dapat dijumpai
pada interaksi sosial antar manusia atau kelompok mempunyai unsur pokok, yaitu
sebagai berikut:
1. Rasa Takut
Perasaan negatif karena seseorang tunduk kepada orang lain dalam keadaan
terpaksa.
2. Rasa Cinta
Rasa cinta menghasilkan
perbuatan-perbuatan yang umumnya positif dan biasanya telah mendarah daging
(internalized) dalam diri seseorang atau sekelompok orang.
3. Pemujaan
Sistem kepercayaan mungkin masih
dapat disangkal oleh orang lain. Akan tetapi, dalam sistem pemujaan, seseorang
atau sekelompok orang yang memegang kekuasaan mempunyai dasar pemujaan
dari orang lain. Akibatnya adalah segala tindakan penguasa dibenarkan atau
setidak-tidaknya dianggap benar.
Dilihat dalam masyarakat ,
kekuasaan di dalam pelaksanaannya dijalankan melalui saluran-saluran tertentu.
Saluran tersebut sebagai berikut:
•
Saluran Militer
•
Saluran Ekonomi
•
Saluran Politik
•
Saluran Tradisional
•
Saluran Sosiologi
•
Saluran Lain-lainnya
Masih banyak lagi saluran yang
belum disebukan antara lain saluran rekreasi, alat-alat komunikasi dll. Biasanya penguasa tidak
hanya mengunakan salah satu saluran,akan tetapi tergantung pada struktural
masyarakat yang bersangkutan.
Apabila dimensi ditelaah , ada
kemungkinan-kemungkinan diantaranya:
o
Kekuasaan yang sah denan kekerasan;
o
Kekuasaan yang sah tanpa kekerasan;
o
Kekuasaan tidak sah dengan kekerasan;
o
Kekuasaan tidak sah tanpa
kekerasan.
4. Kepercayaan
Kepercayaan adalah hasil dari
suatu hubungan langsung antara dua orang atau lebih yang bersifat asosiatif,
misalkan direktur disuatu perusahaan memberikan instruksi kepada
bawahannya,karena direktur adalah pemegang kekuasaan tertinggi, jadi bawahannya
langsung mengikuti instruksi dari direktur tersebut, walaupun bawahannya tidak
begitu mengerti instruksi tersebut tapi dia akan melakukan karena dia percaya
kepada direktur bahwa keputusan dari direktur tersebut benar.
CARA-CARA MEMPERTAHANKAN KEKUASAAN
Setiap penguasa yang telah memegang kekuasaan di dalam
masyarakat, demi stabilnya masyarakat tersebut akan berusaha untuk
mempertahankannya. Cara-cara atau usaha-usaha yang dilakukannya adalah antara lain:
- Dengan jalan menghilangkan segenap peraturan-peraturan lama, terutama dalam bidang politik, yang merugikan kedudukan penguasa, dimana peraturan-peraturan tersebut, akan digantikan dengan peraturan-peraturan yang akan menguntungkan penguasa, keadaan tersebut biasanya terjadi pada waktu ada pergantian kekuasaan dari seorang penguasa ke penguasa lain (yang baru).
- Mengadakan sistem-sistem kepercayaan (belief systems) yang akan dapat memperkokoh kedudukan penguasa atau golongannya, yang meliputi agama, ideology, dan seterusnya.
- Pelaksanaan administrasi dan birokrasi yang baik.
- Mengadakan konsolidasi dan vertical.
Dengan melihat hal-hal tersebut di atas, akan terlihat suatu
kecendrungan kekuasaan yang bersifat kumulatif, artinya bertumpuk atau
berkumpul dalam satu tangan atau sekelompok orang merupakan hal
yang wajar dalam berbagai masyarakat.
Apabila dalam satu bidang kehidupan terdapat orang kuat yang
berkuasa, maka timbul suatu pusat kekuasaan ( power centre).
1. Dengan menguasai bidang-bidang kehidupan tertentu cara
ini pada umumnya dilakukan dengan
damai atau persuasive.
2. Dengan jalan menguasai bidang-bidang kehidupan masyarakat
dengan paksa dan kekerasan.
BEBERAPA BENTUK LAPISAN KEKUASAAN
Bentuk-bentuk kekuasaan pada masyarakat tertentu didunia ini
tentunya beraneka ragam dengan pola masing-masing. Adanya faktor pengikat antar
warga-warga dikarenakan atas gejala bahwa ada yang memerintah dan ada yang
diperintah dalam masyarakat yang bersangkutan. Setiap tahap perkembangan dari
suatu masyarakat tertentu mempunyai ciri-ciri sistem lapisan kekuasaan yang
khusus. Dan perlu juga diketahui bahwa kekuasaan bukanlah semata-mata berarti
bahwa banyak orang tunduk di bawah penguasa.
Disini disimpulkan ada beberapa
jenis tipe kekuasaan :
1. Tipe pertama (tipe
Kasta); sistem lapisan kekuasaan dengan garis pemisah yang tegas dan kaku. Tipe
kekuasaan ini biasanya dijumpai pada masyarakat berkasta, dimana
hampir-hampir tak terjadi gerak sosial vertikal. Garis pemisah antar
masing-masing lapisan hampir tak dapat ditembus.
2. Tipe kedua (tipe oligarkis); masih mempunyai garis pemisah yang tegas, akan tetapi dasar pembedaan kelas-kelas sosial ditentukan oleh kebudayaan masyarkat, terutama pada kesempatan yang diberikan kepada para warga untuk memperoleh kekuasaan-kekuasaan tertentu.
3. Tipe ketiga (tipe demokratis); menunjukan kenyataan akan adanya garis pemisah antar lapisan yang sifatnya mobile sekali. Kelahiran tidak menentukan seseorang untuk menjadi penguasa, yang terpenting adalah kemampuan dan terkadang juga keberuntungan.
2. Tipe kedua (tipe oligarkis); masih mempunyai garis pemisah yang tegas, akan tetapi dasar pembedaan kelas-kelas sosial ditentukan oleh kebudayaan masyarkat, terutama pada kesempatan yang diberikan kepada para warga untuk memperoleh kekuasaan-kekuasaan tertentu.
3. Tipe ketiga (tipe demokratis); menunjukan kenyataan akan adanya garis pemisah antar lapisan yang sifatnya mobile sekali. Kelahiran tidak menentukan seseorang untuk menjadi penguasa, yang terpenting adalah kemampuan dan terkadang juga keberuntungan.
WEWENANG
Wewenang adalah Hak yang di
miliki seseorang atau sekelompok orang , sama dengan kekuasaan walaupun
terkadang tidak selamanya berada dalam satu tangan.
Suatu kekuasaan tanpa
wewenang merupakan kekuatan yang tidak syah , bila kita pandang dalam sudut
masyarakat. Wewenang ada dalam beberapa bentuk :
Wewenang kharismatis adalah
wewenang yang di dasarkan pada kharisma atau kemampuan khussus pada diri
seseorang karena anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa.
Wewenang tradisional adalah
wewenang yang di miliki seseorang atau masyarakat tertentu karena mempunyai
kekuasaan yang sudah lama dalam
masyarakat.
Wewenang rasional atau legal adalah
wewenang yang di sandarkan pada sistem
yang berlaku dalam masyarakat dan diakui oleh negara.
2. Wewenang
resmi dan tidak resmi
Wewenang resmi sifatnya
sistematis, dapat diperhitungkandan rasionil. Biasanya wewenang tersebut dapat
dijumpai pada kelompok-kelompok besar yang memerlukan aturan-aturan tata tertib
yang tegas dan bersifat tetap tadi.
Seringkali wewenang yang berlaku
dalam kelompok-kelompok kecil disebut sebagai wewenang tidak resmi oleh karena
sifatnya yang spontan, situasionil dan didasarkan pada faktor saling kenal
mengenal, serta dimana wewenang tersebut tidak diterapkan secara sistematis.
3. Wewenang
Pribadi dan Teritorial
Perbedaan antara wewenang pribadi
dengan wewenang teritorial sebenarnya timbul dari sifat dan dasar kelompok-kelompok
sosial tertentu.
Wewenang pribadi sangat
tergantung pada solidaritas antara anggota kelompok, unsur kebersamaan jelas
sangat berperan.
Pada wewenang territorial,
wilayah tempat tinggal memegang peranan yang sangat penting. Pada
kelompok-kelompok ini unsur kebersamaan cenderung berkurang karena desakan
faktor-faktor individualism. Jelas perbedaanya sangat terlihat antara keduanya,
namun didalam kenyataannya kedua bentuk wewenang tadi bisa jadi hidup
berdampingan.
4. Wewenang
Terbatas dan Menyeluruh.
Apabila dibicarakan tentang wewenang
terbatas, maksudnya adalah wewenang yang tidak mencakup semua faktor /bidang
kehidupan, tetapi hanya terbatas pada salah satu sektor/bidang saja. Misalnya
seorang menteri dalam negeri, tidak mempunyai wewenang untuk mencampuri urusan
menteri luar negeri.
Dan wewenang menyeluruh justru tidak dibatasi oleh bidang-bidang kehidupan tertentu. Misalnya suatu Negara memiliki wewenang menyeluruh untuk mempertahankan kedaulatan wilayahnya. Jadi terbatas dan menyeluruhnya suatu wewenang bersifat bergantung dari sudut penglihatan pihak-pihak yang ingin menyorotinya, dan wewenang tadi dapat berproses secara berdampingan pada situasi-situasi tertentu, salah satu bentuk lebih berperanan daripada bentuk lainnya.
Dan wewenang menyeluruh justru tidak dibatasi oleh bidang-bidang kehidupan tertentu. Misalnya suatu Negara memiliki wewenang menyeluruh untuk mempertahankan kedaulatan wilayahnya. Jadi terbatas dan menyeluruhnya suatu wewenang bersifat bergantung dari sudut penglihatan pihak-pihak yang ingin menyorotinya, dan wewenang tadi dapat berproses secara berdampingan pada situasi-situasi tertentu, salah satu bentuk lebih berperanan daripada bentuk lainnya.
KEPEMIMPINAN (Leadership)
Kepemimpinan
(Leadership) adalah kemampuan seorang (pemimpin) untuk mempengaruhi arang lain
(yg dipimpin) sehingga orang lain tersebut bertingkah laku sebagaimana
dikehendaki oleh pemimpin tersebut
Kepemimpinan kadang pula
dibedakan menjadi 2 yaitu :
- Kepemimpinan sebagai Kedudukan
- Kepemimpinan sebagai Suatu proses sosial
Sifat kepemimpinan ada 2 antara
lain :
- Bersifat resmi (formal leadership) yaitu
kepemimpinan yang bersimpul dalam suatu jabatan tertentu.
- Bersifat tidak resmi yaitu kepemimpinan yang
didapatkan karena adanya pengakuan masyarakat akan kemampuan seseorang dalam
menjalankan kepemimpinan.
PERKEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN SIFAT-SIFAT SEORANG PEMIMPIN
Kepemimpinan
akan timbul dimana dalam suatu kelompok sosial ada seseorang atau beberapa
orang yang mempunyai peranan yang lebih aktif daripada rekan yang lainnya dalam
kelompok tersebut. Di Indonesia sifat2 yang harus dipenuhi oleh seorang
pemimpin dapat dijumpai dalam warisan budaya Indonesia, misalnya dalam “Asta
Brata” artinya delapan jalan yang merupakan kumpulan seloka dalam Ramayana.
Kepemimpinan Menurut Ajaran
Tradisional
Dalam ajaran di
masyarakat Jawa ada pepatah yang dipergunakan oleh alm. Ki Hajar Dewantara
ketika masa perjuangan pergerakan kemerdekaan. Adapun pepatah tersebut
berbunyi:
Ing Ngarso Sung Tulada ( Di
muka memberi teladan)
Ing Madya Mangun Karsa (Di
tengah membangun semangat)
Tut Wuri Handayani (Di
belakang memberi pengaruh)
Sandaran-sandaran Kepemimpinan
dan Kepemimpinan yang Dianggap Efektif
Kepemimpinan seseorang harus
mempunyai sandaran-sandaran kemasyarakatan atau social basic. Kekuatan
kepemimpinan juga ditentukan oleh suatu lapangan kehidupan masyarakat yang pada
suatu saat mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat yang disebut CULTURAL
FOCUS. Setiap kepemimpinan yang efektif harus memperhitungkan social basic
apabila tidak menghendaki timbulnya ketegangan-ketegangan atau setidaknya
terhindar dari pemerintahan boneka belaka.
TUGAS DAN METODE
Tugas –tugas pokok pemimpin
secara sosiologis adalah sebagai berikut:
1. Memberikan
suatu kerangka pokok yang jelas yang
dapat dijadikan pegangan bagi pengikut-pengikutnya.
2. Mengawasi,
mengendalikan, serta menyalurkan perilaku warga masyarakat yang dipimpinnya.
3. Bertindak
sebagai wakil kelompok kepada dunia di luar kelompok yang dipimpin.
Suatu kepemimpinan dapat
dilaksanakan dengan berbagai metode antara lain:
- Cara-cara Otoriter
- Cara-cara Demokratis
- Cara-cara Bebas

Tidak ada komentar:
Posting Komentar