Definisi yang
paling umum dari berfikir adalah berkembangnya ide dan konsep di dalam diri
seseorang. Perkembangan ide dan konsep ini berlangsung melalui proses
penjalinan hubungan antara bagian-bagian informasi yang tersimpan di dalam diri
seseorang yang berupa pengertian-pengertian.
Secara
sederhana, berpikir adalah memproses
informasi secara mental atau secara kognitif. Secara lebih formal,
berpikir adalah penyusunan ulang atau manipulasi kognitif baik informasi dari
lingkungan maupun simbol-simbol yang disimpan dalam long term memory. Menurut Drever (dalam Walgito, 1997) berpikir
adalah melatih ide-ide dengan cara yang tepat dan seksama yang dimulai dengan
adanya masalah. Sedangkan menurut Solso (1998) berpikir adalah sebuah proses
dimana representasi mental baru dibentuk melalui transformasi informasi dengan
interaksi yang komplek atribut-atribut mental seperti penilaian, abstraksi,
logika, imajinasi, dan pemecahan masalah.
Biasanya
kegiatan berpikir dimulai ketika muncul keraguan dan pertanyaan untuk dijawab
atau berhadapan dengan persoalan atau masalah yang memerlukan pemecahan.
Charles S. Pierce mengemukakan bahwa bahwa dalam berpikir ada dinamika gerak
dari adanya gangguan suatu keraguan (irritation
of doubt) atas kepercayaan atau keyakinan yang selama ini dipegang, lalu
terangsang untuk melakukan penyelidikan (inquiry)
kemudian diakhiri dengan pencapaian suatu keyakinan baru.
Plato
beranggapan bahwa berpikir adalah berbicara dalam hati. Sedangkan Piaget
menciptakan teori bahwa bahwa cara berpikir logis berkembang secara bertahap,
kira-kira pada usia dua tahun dan pada sekitar tujuh tahun. Menurut Piaget,
cara berpikir anak-anak sama sekali tidak seperti cara berpikir orang dewasa.
Pikiran anak-anak tampaknya diatur berlainan dengan orang yang lebih besar.
Anak-anak kelihatannya memecahkan persoalan pada tingkatan yang sama sekali
berbeda. Perbedaan anak-anak yang lebih kecil dan lebih besar tidak terlalu
berkaitan dengan persoalan bahwa anak yang lebih besar mempunyai pengetahuan
yang lebih banyak, melainkan karena pengetahuan mereka berbeda jenis, dengan
penemuan ini Piaget mulai mengkaji perkembangan stuktur mental.
![]() |
| Otak Manusia |
Ingatan adalah
saat manusia mempertahankan dan menggambarkan pengalaman masa lalunya dan
menggunakan hal tersebut sebagai sumber informasi saat ini. Proses dari
mengingat adalah menyimpan suatu informasi, mempertahankan dan memanggil
kembali informasi tersebut. Ada banyak klasifikasi ingatan berdasarkan durasi,
alam, dan pengambilan sesuatu yang diinginkan.
Pada dasarnya
ingatan dapat dibagi pada dua kategori yaitu ingatan eksplisit dan implisit. Ingatan eksplisit meliputi penginderaan, semantik, episodik, naratif, dan ingatan otobiografi.
Kegunaan dari ingatan eksplisit adalah untuk informasi sosial dan identitas, penggambaran otobiografi, aturan sosial, norma, harapan. Ingatan implisit meliputi penginderaan, emosi, ingatan prosedural, pengkondisian rangsang - respon. Kegunaan dari ingatan implisit adalah tempat skema kelekatan, transference, dan super ego.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar