Mengenai Saya

Foto saya
Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia
Crazy Talk 'n SmiLe

Minggu, 22 Januari 2012

PANCASILA DAN KEJAWEN


Kejawen, karena sudah lama hidup, tumbuh dan berkembang didalam kebudayaan dan peradaban Jawa, maka sudah bersatu dan hidup, mendarah daging didalam kehidupan orang Jawa. Sedangkan Pancasila, karena sudah  cukup dikelola dan dipertanggung jawabkan secara ilmiah oleh para terpelajar dilembaga ilmiah yang namanya Universitas, maka memiliki rasionalitas yang tinggi.
Demikian, apabila Pancasila dipelajari, dikuasai dan diinternalisasikan melalui kebudayaan dan peradaban Jawa, maka Pancasila akan mudah mendarah daging dalam kepribadian orang Jawa. Sebaliknya, apabila kejawen diaktualisasikan dan ditumbuh-kembangkan melalui Pancasila sebagai pedoman praktis dan pedoman teoretisnya, yang berarti Pancasila menjdai sumber nilai dan sumber pedomannya, maka kejawen akan semakin kokoh aspek rasionalitasnya sebagai pandangan hidup orang Jawa.

                       I.            PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP

Berbicara mengenai Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 adalah berbicara mengenai Pancasila dalam arti formal. Pancasila dalam arti formal ialah Pancasila yang telah dirumuskan dengan perkataan-perkataan tertentu bunyinya dan yang memiliki kedudukan hukum sebagai dasar filsafat Negara, dan karena menjadi sumber nilai dan sumber pedoman maka menjadi pusat, dasar dan inti dari Pembukaan UUD 1945.
Sebelum terbentuknya Negara Proklamasi 17 Agustus 1945 Pancasila sudah ada, yaitu Pancasila dalam arti material yang artinya Pancasila yang belum dirumuskan dengan perkataan-perkataan yang tertentu bunyinya serta belum berkedudukan hukum sebagai dasar filsafat Negara.
Pancasila sebagai pandangan hidup mempunyai sifat imperatip moral; artinya: pengabaian dan peniadaan terhadapnya bisa menimbulkan sanksi moral. Misalnya, orang bisa saja mencari kesempatan dalam kesempitan dan bersikap amat egoistis, berpura-pura tidak mengerti bahwa manusia itu sifat kodratnya sebagai makhluk individu-sosial sekaligus. Karena sifat-sifatnya yang tidak baik itu, orang lain akan menjatuhkan sanksi moral kepadanya. Misalnya tidak disukai, tidak diterima sebagai teman, dipergunjingkan kejelekannya, dan sebagainya.

                                        II.            PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

Ir. Soekarno menjelaskan dalam pidato 1 juni 1945, bahwa dasarnya, isinya Indonesia merdeka yang kekal abadi menurut pendapat beliau, haruslah PANCASILA. Itulah yang harus menjadi Weltanschauung kita. Beliau telah berjuan sejak 1918 sampai 1945 adalah untuk memperjuangkan Weltanschauung itu, yaitu PANCASILA.
 Pancasila sebagai dasar negara mempunyai sifat imperatip yuridis, artinya pengabaian dan peniadaan terhadapnya bisa menimbulkan sanksi hukum. Misalnya, orang sengaja merusak nama baik seseorang, mencemarkan nama baik seseorang, padahal tidak sesuai dengan kenyataannya, bisa dikenai sanksi hukum.

                                  III.            KESAMAAN PANCASILA DAN KEJAWEN

Ada persamaan antara Pancasila dan Kejawen . Kejawen adalah juga asas hidup, karena kejawen sebagai pandangan hidup adalah juga asas hidup, yang mempunyai praktis dan fungsi teoretis. Fungsi praktis kejawen sebagai pandangan hidup adalah sebagai pedoman bagi orang Jawa bagaimana menjalani hidup di dunia ini. Adapun fungsi teoretisnya ialah untuk menentukan pedoman mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang tidak baik., mana yang indah dan mana yang tidak indah.
 Menurut postulat ontologis, Pancasila itu ada karena adanya tiga hal, yaitu bahwa Tuhan itu ada, manusia itu ada, dan benda ( alam raya ) itu ada. Yang dimaksud dengan postulat itu sendiri adalah pijakan ilmiah yang sudah tidak terbantahkan lagi kebenarannya, sedangkan postulat ontologis ialah pijakan/postulat mengenai adanya objek yang dibicarakan ( PANCASILA )
Orang Jawa penganut pandangan hidup kejawen juga berpendirian bahwa Tuhan itu ada, manusia itu ada dan benda itu ada. Jadi kejawen juga merupakan asas hidup yang berpangkal pada tiga hubungan kodrat kemanusiaan selengkapnya.
Apakah Kejawen sama dengan Pancasila? Jawabnya: tidak sama, karena selain menjadi pandangan hidup, Pancasila juga menjadi dasar filsafat Negara RI, sedangkan Kejawen tidak. Tetapi bahwa Pancasila maupun Kejawen sama-sama mempunyai sifat imperatif moral itu memang betul demikian.

IV.           PENGARUH PANCASILA TERHADAP KEJAWEN

Pengaruh Pancasila terhadap Kejawen ialah nilai rasionalitasnya. Sebagai filsafat hidup/pandangan hidup, Pancasila harus rasional, dapat dipulangkan kembali atau dipertanggung jawabkan kembali kepada rasionalitas akal budi manusia. Sedangkan pengaruh Kejawen terhadap Pancasila ialah bahwa Kejawen itu sudah mentradisi, sehingga oleh karenanya sudah bersatu dengan hidup dan mendarah daging, serta disenangi oleh pemiliknya yaitu orang Jawa yang hidup dengan wawasan Kejawen.
Dengan pengaruh Pancasila, maka realisasi dan penjelmaan hidup secara Kejawen akan diselamatkan dari pengaruh negatif yang datang dari takhayul dan legenda-legenda yang sering merugikan. Sebaliknya dengan pengaruh Kejawen , realisasi dan penjelmaan hidup secara Pancasila mudah memperoleh bentuknya yang dapat diterima dan menyenangkan bagi masyarakat Jawa yang ingin mewujudkan hidup ber-Pancasila.
Manusia Pancasila itu seharusnya adalah manusia yang sehat mentalnya; sehat hidup kejiwaannya, perlu ada keseimbangan antara sifat kodratnya sebagai individu dan makhluk sosial, raga dan jiwanya, kedudukan kodratnya sebagai makhluk Tuhan dan pribadi yang mandiri.


Prof.. Drs.Sunarjo Wreksosuhardjo,  Pancasila dan Kejawen, Jakarta: Sebelas Maret University, 2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar