Mengenai Saya

Foto saya
Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia
Crazy Talk 'n SmiLe

Minggu, 22 Januari 2012

PUTUSAN DAN PENGERTIAN


1.Hasil Tahu
            Menurut Prof. Ir. Poedjawiyatna manusia mempunyai hasil tahu yang disebut mempunyai pemgetahuan. Dalam pada itu ia mengetahui sesuatu terhadap sesuatu. Ia bertindak semacam hakim setelah mempelajari seluk beluk persoalan dan menghubung-hubung kannya dengan sesuatu maka hakim menyatakan putusan.



 2. Subyek, Predikat dan Kata
            Menurut Alex La Nur OFM, kata merupakan berpikir dan terjadi dengan menggunakan kata-kata. Kata merupakan tanda lahiriah (ucapan suara yang diartikulasikan atau tanda yang tertulis) untuk menyatakan pengertian dengan demikian obyek logika hanyalah bunyi (tanda yang berarti)
            Sedangkan term adalah kata atau rangkaian kata yang berfungsi sebagai subyek atau predikat dalam suatu kalimat. Kata (term) perlu dibunyikan menurut arti, isi serta luasnya.
            Menurut artinya terdapatlah pembagian sebagai berikut : 
1.      UNIVOX (sama suara, sama artinya) artinya kata yang menunjukan pengertian yang sama pula (misalnya anjing) menunjukan penjelasan yang dikatakan kata itu.
2.      EKUIVOX (sama suara tetapi tidak sama artinya) Kata yang menunjukan pengertian yang berlain-lainan. Kata genting misalnya menunjukan arti atap rumah, tetapi ada juga yang menunjukan keadaan gawat.
3.      ANALOG (sama suara, sedangkan artinya disatu pihak ada keamanannya, dilain pihak ada perbedaan nya). Kta yang menunjukan banyak barang yang sama tetapi tidak serentak juga berbeda-beda dalam kemasanya. Misalnya kata “Ada” kalau kata itu dikatakan pada hewan, manusia, serta tuhan, di satu pihak sama artinya. Sebab lain makhluk berada lain dengan cara Tuhan berada. Makhluk termasuk manusia menerima adanya dari sesuatau yang lain sedangkan tuhan menerima adanya dari diri-Nya sendiri.

3. Pengertian
            Pengertian bukanlah kata, bukan tanggapan, pun bukan ingatan. Kata-kata menujuk sesuatu bukanlah yang kongrit dengan segala itu dengan segala sifat saja, melainkan suatu atau beberapa sifat saja, di pandang lepas dari yang mempunyai sifat yang ditunjuk oleh pengertian manusia dalam putusan tersebut di atas, ialah aspek dari kesungguhan sifat itu sungguh –sungguh ada, tetapi datang sendiri dan di anggap abstrak dan itulah pengertian.
            Pengertian sifatnya selalu abstrak, dimana dengan kata-kata sulit untuk dilukiskan. Wilayah pengertian itu adalah sesuatu yang paling abstrak dan luwes adanya. Sedangkan isi pengertian yaitu sifat-sifat yang tercantum dalam pengertian itu. Manusia luwes isinya lebih banyak daripada manusia sifat keluwesanya tercantum pada pengertian.
Filsafat kuno: makin banyak pengertian makin sempit wilayahnya, dan begitu pula sebaliknya.
            Alex lanur OFM mengatakan : Isi sering disebut komprehensi, sedangkan luas juga disebut ekstensi. Isi pengertian adalah semua unsur yang termuat dalam suatu pengertian. Isi pengertian dapat ditemukan dengan menjawab pertanyaan.
            Selanjutnya luas pengertian adalah benda-benda(lingkungan realitas) yang dapat dinyatakan oleh  pengertian yang tertentu. Setiap pengertian mempunyai daerah lingkupnya sendiri. Pengertian itu mencakup barang atau benda yang tepat disebut dengan pengertian tersebut.

4. Wilayah Dan Isi Pengertian
            Isi pengertian yaitu sifat-sifat yang tercantum dalam pengertian itu. Manusia luwes isinya lebih banyak dari pada manusia. Sifat keluwesan tercantum pada pengertian, maka makin banyak pula isi nya sekaligus ternyata makin sedikit individu yang dapat dimasukan kedalam wilayah pengertian itu.

5. Pengertian Positif dan Negatif
            Pengertian menunjuk sesuatu, ataupun sesuatu itu positif. Jadi pada dasarnya pengertian itu positif (mengetahui sesuatu terhadap sesuatu) Jika kita katakan lukisan ini jelek itu menunjukan adanya ungkapan pengingkaran, yaitu putusan negatif.



6. Kategori
            Pengertian kategori bersifat abstrak, karna mengutarakan sesuatu aspek atau beberapa aspek dari hal-hal yang kongkrit. Aspek itu terdapat pada subyek dan tidak semua dengan keharusan.

7. Analogi
            Kata menunjukan pengertian. Ada beberapa kata yang menunjuk satu pengertian (jadi berarti sama) disebut SINONIM. Sebaliknya ada pula satu kata yang menunjukan berlainan. Sesuatu yang sama tapi dalam kesamaan itu ada perbedaan pula. Ini disebut pengertian yang beranalogi.

Pembatasan
            Prof. Ir. Poedjawijatna mengatakan bahwa berbicara mengenai pembatasan disini adalah yang berhubungan dengan pengertian, memang jelas tidaknya pengertian itu bukannya tergantung dari pengertian itu sendiri melainkan dari yang mengerti. Untuk tidak keliru dalam mengartikan pengertian itu, maka perlu dijelaskan maksudnya atau dibuatkan semacam ketentuan atau diberi batasan.

Beberapa Pengertian dan Pembatasan
1.      Pembatasan nominal yaitu penerangan nama. Misalnya filsafat, asal mulanya dari kata yunani filo (cinta) dan sofia (kebijaksanaan) dan kalau diterjemahkan kedalam bahasa indonesia Filsafat berarti cinta kepada kebijaksanaan. Definisi nominal tidak selalu banyak gunanya bagi penangkap pengertian, namun dapat menolong ke arah pengertian.
2.      Pembatasan real ini dalam pengertian ilmu. Karena mencoba mendekati realitas, dengan demikian memberi pengertian yang jelas, tertentu dan terbatas sehingga terhindar salah pengertian.
 
Deskripsi
             Deskripsi mengandung arti mengajukan aspek-aspek yang hendak diterangkan itu selengkapnya dan sejelas mungkin tanpa menentukan mana yang terdapat realitas dengan keharusan mana yang tidak.
 
Pembagian
                    Pengertian yang tidak jelas artinya, mungkin dapat lebih difahami dan dimengerti jika di adakan pembagian. Sesuai dengan pembagian ada hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain :
 1.      Haruslah pembagian itu lengkap, artinya sesuai dengan pembagian dan aturan yang ada, inilah yang dinamakan dengan pengertian logika.
2.      Pembagianitu dibuta sedemikian rupa sehingga terlihat adanya pemisahan yang jelas. Dengan adanya pemisahan yang jelas, maka gambarkanlah adanya logika. Pengertian dari sesuatu itu jelas terlihat perbedaannya.
3.      Aspek atau bidang yang dibagi itu harus sama, artinya tidak dicampur adukan. Misalnya saja kejahatan anak bisa dibagi atas kejahatan di dalam dn diluar rumah, itu pandangan aspek-aspek yang sama yaitu aspek tempat.

Sejarah Pengertian
            Kita harus mempergunakan pengertian, baik untuk apa yang kita utarakan dengan kata-kata maupun untuk menangkap pengertian (maksud) orang yang kita ajak bicara, supaya tidak terjadi kesalah pahaman. Untuk lebih mendalami dan menangkap pengetauan tentang penegrtian maka berikut ini disajikan hal-hal tentang :
a.       Peristilahan
b.      Problem
c.       Sejarah singkat tentang jawab terhadap problem itu
a.      Nama (peristilahan)
Istilah resmi yang dipakai dalam logika adalah pengertian. Menurut bentuknya tentu dari mengerti yang kata dasarnya ialah arti. Jadi mengerti bermaksud mengambil arti, sehingga pengertian sebenarnya sama dengan arti itu, bersinonim dengan maksud. Dalam bahasa logika pengertian itu dimaksud idea.
b.      Problem
Problem merupakan pengertian yang abstrak sifatnya dan berlaku umum. Memang tidak sama umumnya, tergantung dari pengabstrakan. Itulah sebabnya ada wilayah dan isi pengertian yang sifatnya timbal balik. Bagaimanapun pengertian atau idea itu berlaku umum. Problemnya sekarang adalah apakah pengertian itu dikatakan benar, Idea bersifat umum dan kesungguhan atau realitas khusus atau kongrit.
c.       Jawab
Kita coba memberi ikhtiar dari jawab problem, bahwa idea itu sedikit banyak nya itu benar, artinya sesuai dengan realitas yang ditunjuk. Plato mengatakan itu bagian putusan, adapun putusan itu pencetusan pengetahuan, pengertian itu bagian dari putusan, adapun putusan itu pencetusan pengetahuan, pengertian dan pengetahuan itu dalam prinsipnya sama.
 
Putusan
             Putusan adalah merupakan hasil tahu, dimana putusan terdiri dari subyek dan pengertian yang menjadi satu pengertian. Putusan merupakan cetusan pengetahuan dari pengakuan sesuatu terhadap sesuatu. Dengan demikian jelaslah bahwa keputusan itu merupakan tindakan manusia (dengan dirinya) yang menyukai atau mengingkari sesuatu terhadap sesuatu.

Kekuatan dan Putusan
            Putusan yang diberikan orang pada dasarnya dapat dikatakan benar dan dapat pula dikatakan tidak benar. Hal ini tergantug dari isi keputusan itu. Dikatakan benar karena sesuai dengan yang diharapkan dan dikatakan salah karena keputusan itu tidak sesuai dengan realita.
Putusan dapat dibagi 3 bagian yaitu :

a.      Kepastian
Putusan yang dianggap benar, Jika putusan itu disertai dengan bukti. Dengan adanya bukti-bukti yang mendukung dan dapat meyakinkan orang maka putusan itu dianggap benar.
b.      Dugaan
Dugaan adalah jika orang mengatakan sesuatu  terhadap sesuatu hanya karena ada dorongan oleh beberapa faktor tanpa keyakinan, bahwa sebaliknya tidak benar, maka dalam keadaan seperti itu ada dugaan. Dugaan dapat juga dimaksudkan dalam macam putusan, tetapi bukan putusan yang pasti, orang yang mendengar itu tidak mempunyai keyakinan.
c.       Sangsi
Jika orang memang merasa mempunyai alasan untuk mengadakan putusan, tetapi tahu juga bahwa dia itu tidak cukup kuat untuk mengadakan putusan dengan pasti bahkan ia ragu dan mengatakan putusan itu sukar ia tahu. Maka dengan demikian itu memang tidak berani mengambil putusan, ia sangsi terhadap putusan yang sekiranya akan diambil dan tidak mengadakan putusan maka orang seperti itu disebut sangsi, ragu-ragu atau bimbang.

Macam-macam Putusan
            Putusan terdiri dari 2 bagian ialah S dan P. P merupakan keterangan dari S.
a.      Putusan sintetik dan putusan Analitik
Putusan sintetik dapat dicapai melalui pengalaman. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa putusan sintetik itu adalah karena orang sudah ada pengalaman.Sedangkan putusan analitik adalah bukan karena adanya pengalaman.
b.      Putusan Positif dan Negatif
Putusan positif jika ada pengakuan antara S dan P. Dan putusan negatif jika ada pengingkaran antara  S dan P. Namun putusan yang di ambil terlihat adanya pengakuan dan pengingkaran secara logis dan bukan menurut tata bahasa saja.
c.       Putusan Universal, Paertikular, Singular
Putusan universal adalah jika putusan itu menyangkut untuk semua., maka itulah yang disebut putusan Universal. Dan jika putusan itu tidak berlaku untuk semua, melainkan hanya untuk beberapa saja, maka itulah yang disebut Partikular. Jika putusan itu hanya berlaku bagi satu individu saja, maka putusan itu Singular.
 
Pertentangan antara Putusan
            Dua keputusan yang dikeluarkan, belum tentu kedunya benar. Keputusan yang pertama mungkin benar dan mungkin pula tidak benar. Hal ini tergantung dari segi mana kita meneropongnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar