1.Hasil Tahu
Menurut Prof. Ir. Poedjawiyatna
manusia mempunyai hasil tahu yang disebut mempunyai pemgetahuan. Dalam pada itu
ia mengetahui sesuatu terhadap sesuatu. Ia bertindak semacam hakim setelah
mempelajari seluk beluk persoalan dan menghubung-hubung kannya dengan sesuatu
maka hakim menyatakan putusan.
2. Subyek,
Predikat dan Kata
Menurut Alex La Nur OFM, kata
merupakan berpikir dan terjadi dengan menggunakan kata-kata. Kata merupakan
tanda lahiriah (ucapan suara yang diartikulasikan atau tanda yang tertulis)
untuk menyatakan pengertian dengan demikian obyek logika
hanyalah bunyi (tanda yang berarti)
Sedangkan term adalah kata atau
rangkaian kata yang berfungsi sebagai subyek atau predikat dalam suatu kalimat.
Kata (term) perlu dibunyikan menurut arti, isi serta luasnya.
Menurut artinya terdapatlah
pembagian sebagai berikut :
1. UNIVOX
(sama suara, sama artinya) artinya kata yang menunjukan pengertian yang sama
pula (misalnya anjing) menunjukan penjelasan yang dikatakan kata itu.
2. EKUIVOX
(sama suara tetapi tidak sama artinya) Kata yang menunjukan pengertian yang
berlain-lainan. Kata genting misalnya menunjukan arti atap rumah, tetapi ada
juga yang menunjukan keadaan gawat.
3. ANALOG
(sama suara, sedangkan artinya disatu pihak ada keamanannya, dilain pihak ada
perbedaan nya). Kta yang menunjukan banyak barang yang sama tetapi tidak
serentak juga berbeda-beda dalam kemasanya. Misalnya kata “Ada” kalau kata itu
dikatakan pada hewan, manusia, serta tuhan, di satu pihak sama artinya. Sebab
lain makhluk berada lain dengan cara Tuhan berada. Makhluk termasuk manusia
menerima adanya dari sesuatau yang lain sedangkan tuhan menerima adanya dari
diri-Nya sendiri.
3. Pengertian
Pengertian bukanlah kata, bukan
tanggapan, pun bukan ingatan. Kata-kata menujuk
sesuatu bukanlah yang kongrit dengan segala itu
dengan segala sifat saja, melainkan suatu atau
beberapa sifat saja, di pandang lepas dari yang mempunyai sifat yang ditunjuk
oleh pengertian manusia dalam putusan tersebut di atas, ialah aspek dari
kesungguhan sifat itu sungguh –sungguh ada, tetapi datang sendiri dan di anggap
abstrak dan itulah pengertian.
Pengertian sifatnya selalu abstrak,
dimana dengan kata-kata sulit untuk dilukiskan. Wilayah pengertian itu adalah
sesuatu yang paling abstrak dan luwes adanya. Sedangkan
isi pengertian yaitu sifat-sifat yang tercantum dalam pengertian itu. Manusia
luwes isinya lebih banyak daripada manusia sifat keluwesanya tercantum pada
pengertian.
Filsafat kuno: makin banyak pengertian makin sempit wilayahnya, dan
begitu pula sebaliknya.
Alex lanur
OFM mengatakan : Isi sering disebut
komprehensi, sedangkan luas juga disebut ekstensi. Isi pengertian adalah semua
unsur yang termuat dalam suatu pengertian. Isi pengertian dapat ditemukan
dengan menjawab pertanyaan.
Selanjutnya luas pengertian adalah
benda-benda(lingkungan realitas) yang dapat
dinyatakan oleh pengertian yang
tertentu. Setiap pengertian mempunyai daerah lingkupnya
sendiri. Pengertian itu mencakup barang atau benda yang tepat
disebut dengan pengertian tersebut.
4. Wilayah Dan
Isi Pengertian
Isi pengertian
yaitu sifat-sifat yang tercantum dalam pengertian itu. Manusia luwes isinya
lebih banyak dari pada manusia. Sifat keluwesan tercantum pada pengertian, maka
makin banyak pula isi nya sekaligus ternyata makin sedikit individu yang dapat
dimasukan kedalam wilayah pengertian itu.
5. Pengertian Positif dan Negatif
Pengertian menunjuk sesuatu, ataupun
sesuatu itu positif. Jadi pada dasarnya pengertian itu
positif (mengetahui sesuatu terhadap
sesuatu) Jika kita katakan lukisan ini jelek itu menunjukan adanya ungkapan
pengingkaran, yaitu putusan negatif.
6. Kategori
Pengertian kategori bersifat
abstrak, karna mengutarakan sesuatu aspek atau beberapa aspek dari hal-hal yang
kongkrit. Aspek itu terdapat pada subyek dan
tidak semua dengan keharusan.
7. Analogi
Kata menunjukan pengertian. Ada
beberapa kata yang menunjuk satu pengertian (jadi berarti sama) disebut
SINONIM. Sebaliknya ada pula satu kata yang menunjukan berlainan. Sesuatu yang
sama tapi dalam kesamaan itu ada perbedaan pula. Ini disebut pengertian yang
beranalogi.
Pembatasan
Prof. Ir. Poedjawijatna
mengatakan bahwa berbicara mengenai pembatasan disini adalah yang berhubungan
dengan pengertian, memang jelas tidaknya pengertian itu bukannya
tergantung dari pengertian itu sendiri melainkan dari yang mengerti. Untuk
tidak keliru dalam mengartikan pengertian itu, maka perlu dijelaskan maksudnya
atau dibuatkan semacam ketentuan atau diberi batasan.
Beberapa Pengertian
dan Pembatasan
1. Pembatasan
nominal yaitu penerangan nama. Misalnya filsafat, asal mulanya dari kata yunani
filo (cinta) dan sofia (kebijaksanaan) dan kalau diterjemahkan kedalam bahasa
indonesia Filsafat berarti cinta kepada kebijaksanaan. Definisi nominal tidak
selalu banyak gunanya bagi penangkap pengertian, namun dapat menolong ke arah
pengertian.
2. Pembatasan
real ini dalam pengertian ilmu. Karena mencoba mendekati realitas, dengan
demikian memberi pengertian yang jelas, tertentu dan terbatas sehingga
terhindar salah pengertian.
Deskripsi
Deskripsi mengandung arti mengajukan
aspek-aspek yang hendak diterangkan itu selengkapnya dan sejelas mungkin tanpa
menentukan mana yang terdapat realitas dengan keharusan mana yang tidak.
Pembagian
Pengertian yang tidak jelas artinya,
mungkin dapat lebih difahami dan dimengerti jika di adakan pembagian. Sesuai
dengan pembagian ada hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain :
1. Haruslah
pembagian itu lengkap, artinya sesuai dengan pembagian dan aturan yang ada,
inilah yang dinamakan dengan pengertian logika.
2. Pembagianitu
dibuta sedemikian rupa sehingga terlihat adanya pemisahan yang jelas. Dengan
adanya pemisahan yang jelas, maka gambarkanlah adanya logika. Pengertian dari
sesuatu itu jelas terlihat perbedaannya.
3. Aspek
atau bidang yang dibagi itu harus sama, artinya tidak dicampur adukan. Misalnya
saja kejahatan anak bisa dibagi atas kejahatan di dalam dn diluar rumah, itu
pandangan aspek-aspek yang sama yaitu aspek tempat.
Sejarah
Pengertian
Kita harus mempergunakan
pengertian, baik untuk apa yang kita utarakan dengan kata-kata maupun untuk
menangkap pengertian (maksud) orang yang kita ajak bicara, supaya tidak terjadi
kesalah pahaman. Untuk lebih mendalami dan menangkap pengetauan tentang penegrtian
maka berikut ini disajikan hal-hal tentang :
a. Peristilahan
b. Problem
c. Sejarah
singkat tentang jawab terhadap problem itu
a.
Nama
(peristilahan)
Istilah resmi yang dipakai dalam
logika adalah pengertian. Menurut bentuknya tentu dari
mengerti yang kata dasarnya ialah arti. Jadi mengerti bermaksud mengambil arti,
sehingga pengertian sebenarnya sama dengan arti itu, bersinonim dengan maksud.
Dalam bahasa logika pengertian itu dimaksud idea.
b.
Problem
Problem merupakan pengertian yang
abstrak sifatnya dan berlaku umum. Memang tidak sama umumnya, tergantung dari
pengabstrakan. Itulah sebabnya ada wilayah dan isi pengertian yang sifatnya
timbal balik. Bagaimanapun pengertian atau idea itu berlaku umum. Problemnya
sekarang adalah apakah pengertian itu dikatakan benar, Idea bersifat umum dan
kesungguhan atau realitas khusus atau kongrit.
c.
Jawab
Kita coba memberi ikhtiar dari
jawab problem, bahwa idea itu sedikit banyak nya itu benar, artinya sesuai
dengan realitas yang ditunjuk. Plato mengatakan itu bagian putusan, adapun
putusan itu pencetusan pengetahuan, pengertian itu bagian dari putusan, adapun
putusan itu pencetusan pengetahuan, pengertian dan pengetahuan itu dalam
prinsipnya sama.
Putusan
Putusan adalah merupakan hasil tahu,
dimana putusan terdiri dari subyek dan pengertian yang menjadi satu pengertian.
Putusan merupakan cetusan pengetahuan dari pengakuan sesuatu terhadap sesuatu.
Dengan demikian jelaslah bahwa keputusan itu merupakan tindakan manusia (dengan
dirinya) yang menyukai atau mengingkari sesuatu terhadap sesuatu.
Kekuatan dan
Putusan
Putusan yang diberikan orang pada
dasarnya dapat dikatakan benar dan dapat pula dikatakan tidak benar. Hal ini
tergantug dari isi keputusan itu. Dikatakan benar karena sesuai dengan yang
diharapkan dan dikatakan salah karena keputusan itu tidak sesuai dengan
realita.
Putusan
dapat dibagi 3 bagian yaitu :
a.
Kepastian
Putusan
yang dianggap benar, Jika putusan itu disertai dengan bukti. Dengan adanya
bukti-bukti yang mendukung dan dapat meyakinkan orang maka putusan itu dianggap
benar.
b.
Dugaan
Dugaan
adalah jika orang mengatakan sesuatu
terhadap sesuatu hanya karena ada dorongan oleh beberapa faktor tanpa
keyakinan, bahwa sebaliknya tidak benar, maka dalam keadaan seperti itu ada
dugaan. Dugaan dapat juga dimaksudkan dalam macam putusan, tetapi bukan putusan
yang pasti, orang yang mendengar itu tidak mempunyai keyakinan.
c.
Sangsi
Jika
orang memang merasa mempunyai alasan untuk mengadakan putusan, tetapi tahu
juga bahwa dia itu tidak cukup kuat untuk mengadakan putusan dengan pasti
bahkan ia ragu dan mengatakan putusan itu sukar ia tahu. Maka dengan demikian
itu memang tidak berani mengambil putusan, ia sangsi terhadap putusan yang
sekiranya akan diambil dan tidak mengadakan putusan maka orang seperti itu
disebut sangsi, ragu-ragu atau bimbang.
Macam-macam
Putusan
Putusan terdiri dari 2 bagian ialah
S dan P. P merupakan keterangan dari S.
a. Putusan
sintetik dan putusan Analitik
Putusan sintetik dapat dicapai
melalui pengalaman. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa putusan
sintetik itu adalah karena orang sudah ada pengalaman.Sedangkan putusan
analitik adalah bukan karena adanya pengalaman.
b. Putusan
Positif dan Negatif
Putusan positif jika ada
pengakuan antara S dan P. Dan putusan negatif jika ada pengingkaran antara S dan P. Namun putusan yang di ambil terlihat
adanya pengakuan dan pengingkaran secara logis dan bukan menurut tata bahasa
saja.
c. Putusan
Universal, Paertikular, Singular
Putusan universal adalah jika
putusan itu menyangkut untuk semua., maka itulah yang disebut putusan Universal.
Dan jika putusan itu tidak berlaku untuk semua, melainkan hanya untuk beberapa
saja, maka itulah yang disebut Partikular. Jika putusan itu hanya berlaku bagi
satu individu saja, maka putusan itu Singular.
Pertentangan
antara Putusan
Dua keputusan yang dikeluarkan,
belum tentu kedunya benar. Keputusan yang pertama mungkin benar dan mungkin
pula tidak benar. Hal ini tergantung dari segi mana kita meneropongnya.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar